You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Ambal
Logo Desa Ambal
Desa Ambal

Kec. Karangkobar, Kab. Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah

Selamat datang di Website Resmi Desa Ambal, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah

Melekan - Budaya Lokal Desa Ambal

Administrator 16 Oktober 2025 Dibaca 247 Kali

Melekan merupakan  budaya lokal yang digagas oleh para sesepuh pada tahun 1939, tujuan diadakan melekan adalah sebagai hiburan ketika ada Warga yang mempunyai hajat, sebagai pengganti/pengalihan kebiasaan warga ketika ada hajatan di hibur dengan permainan Kartu/judi sehingga para tokoh Agama, sesepuh desa memiliki gagasan dengan mengadakan seni budaya yang menyatukan alat musik gamelan dengan alat musik ala timur tengah terbang dan beduk dengan dilanrunkan syair-syair yang mengandung nilai religius, semangat gotong royong, tolong menolong dengan mengedepankan prinsip kebersamaan, seiring berjalannya waktu ketika ada warga hajatan hiburan yang semula kerap di gunakan untuk perjudian tergantikan dengan seni Melekan. Namundengan adanya era modernisasi budaya melekan kian terlupakan dan terganti oleh hiburan yang modern seperti organ tunggal, orkestra, dll. Mengingat nilai- nilai yang ada di dalam budaya melekan sangat bagus, kepala desa Ambal bersama Tokoh Masyarakat dan Agama, menghidupkan kembali budaya melekan yang merupakan budaya lokal yang di miliki desa Ambal. Budaya melekan di lihat saat ini nilanya mengandung nilai anti korupsi yang berarti sejalan dengan program Desa Anti Korupsi yang di terapkan di desa Ambal. Sebagai penguat bahwa Budaya melekan ini budaya lokal, kepala Desa Ambal menetapkannya dengan Surat Keputusan Kepala Desa.Melekan merupakan  budaya lokal yang digagas oleh para sesepuh pada tahun 1939, tujuan diadakan melekan adalah sebagai hiburan ketika ada Warga yang mempunyai hajat, sebagai pengganti/pengalihan kebiasaan warga ketika ada hajatan di hibur dengan permainan Kartu/judi sehingga para tokoh Agama, sesepuh desa memiliki gagasan dengan mengadakan seni budaya yang menyatukan alat musik gamelan dengan alat musik ala timur tengah terbang dan beduk dengan dilanrunkan syair-syair yang mengandung nilai religius, semangat gotong royong, tolong menolong dengan mengedepankan prinsip kebersamaan, seiring berjalannya waktu ketika ada warga hajatan hiburan yang semula kerap di gunakan untuk perjudian tergantikan dengan seni Melekan. Namundengan adanya era modernisasi budaya melekan kian terlupakan dan terganti oleh hiburan yang modern seperti organ tunggal, orkestra, dll. Mengingat nilai- nilai yang ada di dalam budaya melekan sangat bagus, kepala desa Ambal bersama Tokoh Masyarakat dan Agama, menghidupkan kembali budaya melekan yang merupakan budaya lokal yang di miliki desa Ambal. Budaya melekan di lihat saat ini nilanya mengandung nilai anti korupsi yang berarti sejalan dengan program Desa Anti Korupsi yang di terapkan di desa Ambal. Sebagai penguat bahwa Budaya melekan ini budaya lokal, kepala Desa Ambal menetapkannya dengan Surat Keputusan Kepala Desa.

 

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image